Tender Procurements and Contract Opportunities Indonesia

  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • red color
  • green color

Position

Home News Oil and Gas Nalco alumina-Antam explore investment of U.S. $ 500 million
Nalco alumina-Antam explore investment of U.S. $ 500 million PDF Print E-mail
Wednesday, 05 May 2010 09:44
Article Index
Nalco alumina-Antam explore investment of U.S. $ 500 million
Nalco-Antam jajaki investasi alumina US$500 juta ( bahasa )
All Pages
JAKARTA: The National Aluminium Company Ltd (Nalco), India's state-owned aluminum, exploring investment in the alumina processing industry with PT Aneka Tambang Tbk (Antam) in the long term.
Director of the Directorate General of Metal, Industrial Metal, Machinery, Textile and Multifarious (ILMTA) I Putu weekend revealed Nalco was lobbied a number of related parties with the opportunity to establish alumina industry in Indonesia.
Alumina is the raw material used for manufacturing aluminum ingots (bars).
 
Alumina industry requires certainty of supply of bauxite. Every four tons of bauxite will produce about 2 tonnes of alumina and two tonnes of alumina each will produce one ton of aluminum ingot.
 
"Nalco will hold its plan to cooperate this Antam Antam own because he has a large bauxite mine in West Kalimantan. Industries Nalco alumina prepared as an investment alternative for the supply of aluminum smelting. Nalco alumina capacity alone I think would be very large ie over 2 million tons, "said Putu told Bisnis yesterday.
 
Although not yet have figures for sure, Putu estimate the value of Nalco alumina industry investment could reach U.S. $ 500 million to two million tons of production capacity.
 
"Today [yesterday], Nalco Finance Director Mr. Bagra, I, and Director of Development Antam Mirazak Tattoos discuss these long-term plan," he explained.
 
For the first phase, continued Putu, Nalco will complete the construction of the aluminum smelter which is planned to be built in South Sumatra. However, there is no certainty of supply of coal and land transportation advice from the mine to the plant by the South Sumatra provincial government investment plan over two years Nalco be uncertain.
 
In fact, the Government of Indonesia, represented South Sumatra province, and Nalco has signed a memorandum of understanding (MoU) since 2008. Mega project worth U.S. $ 3.2 billion is planned to design capacity of up to 500,000 tons of aluminum and will be built in Tanjung Api-api, South Sumatra.
 
Redirected
 
But in its growth, investment in South Sumatra Nalco is rumored to be diverted elsewhere, such as East Kalimantan, considering the source of coal in South Sumatra is quite far from the location of new factories.
 
Putu said Nalco had time to get mining rights (KP) coal. However, its location in Tanjung Enim, while Nalco want these locations to be around Banyu Asin.
 
"Supply of coal is actually very abundant in South Sumatra. Can this be said of South Sumatra coal barn, but its distance from the factory about 200 km. The distance is considered extremely remote. Recently I also heard Nalco plans to build a plant in East Kalimantan. However, this is not official statement from the company. So, I do not know exactly the truth, "he said.
 
In fact, he said, Nalco already has about 1,000 hectares of land and has completed feasibility studies since 2008. Until recently, representatives of South Sumatra province Nalco busy lobbying to resolve the problem.
 
"Tomorrow [today] will be no meeting between Nalco with the South Sumatra provincial government facilitated Kemenperin," he explained.

Nalco-Antam jajaki investasi alumina US$500 juta

JAKARTA: National Aluminium Company Ltd (Nalco), BUMN aluminium India, menjajaki investasi di industri pengolahan alumina bersama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam jangka panjang.
Direktur Industri Logam Ditjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) I Putu Suryawirawan mengungkapkan Nalco sedang melobi sejumlah pihak terkait dengan peluangnya mendirikan industri alumina di Indonesia.

Alumina merupakan bahan baku yang digunakan untuk industri pengolahan aluminium ingot (batangan).

Industri alumina membutuhkan kepastian pasokan bauksit. Setiap 4 ton bauksit akan menghasilkan sekitar 2 ton alumina dan setiap 2 ton alumina akan menghasilkan 1 ton aluminium ingot.

"Nalco rencananya akan menggandeng Antam untuk kerja sama ini karena Antam sendiri katanya memiliki tambang bauksit cukup besar di Kalimantan Barat. Industri alumina Nalco disiapkan sebagai alternatif pasokan bagi investasi peleburan aluminiumnya. Kapasitas alumina Nalco sendiri saya rasa pasti akan sangat besar yakni di atas 2 juta ton," kata Putu kepada Bisnis kemarin.

Kendati belum memiliki angka pasti, Putu memperkirakan nilai investasi industri alumina Nalco bisa mencapai US$500 juta untuk kapasitas produksi 2 juta ton.

"Hari ini [kemarin], Direktur Keuangan Nalco Mr. Bagra, saya, dan Direktur Pengembangan Antam Tato Mirazak membahas rencana jangka panjang ini," paparnya.

Untuk tahap awal, lanjut Putu, Nalco akan menyelesaikan pembangunan pabrik peleburan aluminium yang rencananya dibangun di Sumatra Selatan. Namun, belum adanya kepastian pasokan batu bara dan saran pengangkutan darat dari lokasi tambang ke pabrik oleh Pemprov Sumsel membuat rencana investasi Nalco selama 2 tahun belakangan terkatung-katung.

Padahal, Pemerintah Indonesia, yang diwakili Pemprov Sumsel, dan Nalco telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sejak 2008. Megaproyek senilai US$3,2 miliar ini rencananya berdesain kapasitas hingga 500.000 ton aluminium dan akan dibangun di Tanjung Api-api, Sumsel.

Dialihkan

Namun dalam perkembangannya, investasi Nalco di Sumsel tersebut dikabarkan akan dialihkan di tempat lain, seperti Kalimantan Timur, mengingat sumber batu bara di Sumsel dinilai sangat jauh dari lokasi pendirian pabrik.

Putu mengatakan Nalco sempat mendapatkan kuasa pertambangan (KP) batu bara. Namun, lokasinya di Tanjung Enim, sedangkan Nalco menginginkan lokasi tersebut berada di sekitar Banyu Asin.

"Pasokan batu bara di Sumsel sebenarnya sangat melimpah. Boleh dikatakan Sumsel ini lumbungnya batu bara, tapi jaraknya dari pabrik sekitar 200 km. Jarak ini dinilai sangat jauh. Baru-baru ini saya juga mendengar Nalco akan membangun pabriknya di Kaltim. Namun, ini bukan pernyataan resmi dari perusahaan. Jadi, saya tidak tahu pasti kebenarannya," katanya.

Padahal, jelasnya, Nalco sudah memiliki lahan sekitar 1.000 hektare dan telah menyelesaikan studi kelayakan sejak 2008. Sampai saat ini, perwakilan Nalco sibuk melobi Pemprov Sumsel untuk menuntaskan masalah yang dihadapi.

"Besok [hari ini] akan ada pertemuan antara Nalco dengan Pemprov Sumsel yang difasilitasi Kemenperin," jelasnya.
 
Banner

Whos Online

We have 20 guests online

Position

Home News Oil and Gas Nalco alumina-Antam explore investment of U.S. $ 500 million


Countries

29.3%Israel Israel
18.3%Indonesia Indonesia
17.2%United States United States
12.7%Australia Australia
5.2%Canada Canada
3.4%Singapore Singapore
2.1%India India
2%Japan Japan
1.3%United Kingdom United Kingdom



JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval
English Arabic Chinese (Traditional) French German Hindi Indonesian Italian Japanese Portuguese Russian Spanish

Trusted Partner

Banner